
Kontrak & Transaksi Komersial
Kontrak konstruksi dan jasaConstruction and service contracts
← Semua layanan ALLMAR Law & PermitAll ALLMAR Law & Permit services
Jawaban singkatShort answer
Kontrak konstruksi dan jasa adalah layanan ALLMAR Law & Permit.Construction and service contracts is a service by ALLMAR Law & Permit.
Proyek konstruksi melibatkan banyak pihak, nilai besar, dan waktu panjang. Perubahan desain, cuaca, kenaikan harga material, dan keterlambatan pembayaran hampir selalu terjadi. Kontrak yang baik tidak mencegah semua masalah, tetapi memberi cara yang jelas untuk menanganinya. Jasa pembuatan kontrak konstruksi dan kontrak jasa membantu pemilik proyek, kontraktor, maupun subkontraktor menyusun kontrak yang dapat dijalankan di lapangan.
Dasar hukum kontrak konstruksi
UU 2/2017 tentang Jasa Konstruksi, sebagaimana diubah melalui UU 6/2023 tentang Cipta Kerja, mengatur bahwa hubungan kerja antara pengguna jasa dan penyedia jasa konstruksi dituangkan dalam kontrak kerja konstruksi. Undang-undang ini menyebut sejumlah unsur yang paling sedikit harus dimuat, antara lain para pihak, rumusan pekerjaan, masa pertanggungan, hak dan kewajiban, penggunaan tenaga kerja konstruksi, cara pembayaran, wanprestasi, penyelesaian perselisihan, pemutusan kontrak, keadaan memaksa, kegagalan bangunan, pelindungan pekerja, pelindungan terhadap pihak ketiga, aspek lingkungan, serta jaminan atas risiko yang timbul.
Penyedia jasa konstruksi juga harus memiliki perizinan berusaha dan sertifikat badan usaha yang sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi pekerjaannya. Memeriksa hal ini adalah langkah awal sebelum kontrak ditandatangani.
Bentuk kontrak berdasarkan cara pembayaran
- Harga satuan: pembayaran berdasarkan volume pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan.
- Lumsum: harga pasti untuk seluruh pekerjaan dalam batas ruang lingkup tertentu.
- Gabungan lumsum dan harga satuan.
- Rancang dan bangun, ketika penyedia jasa juga bertanggung jawab atas desain.
Pilihan bentuk kontrak menentukan siapa yang menanggung risiko perubahan volume dan harga.
Klausul yang paling sering menjadi sumber sengketa
Ruang lingkup dan dokumen kontrak
Gambar, spesifikasi teknis, rencana anggaran, dan jadwal harus dilampirkan dan disusun urutan prioritasnya bila terjadi pertentangan antar-dokumen.
Pekerjaan tambah dan kurang
Atur siapa yang berwenang memerintahkan perubahan, bagaimana harga dihitung, dan bahwa perubahan harus tertulis sebelum dikerjakan.
Termin pembayaran
Kaitkan termin dengan progres yang terukur, tentukan cara verifikasi, retensi, dan batas waktu pembayaran setelah tagihan disetujui.
Waktu pelaksanaan dan keterlambatan
Atur denda keterlambatan dengan batas maksimal, alasan perpanjangan waktu, dan prosedur pengajuannya.
Jaminan
Jaminan uang muka, jaminan pelaksanaan, dan jaminan pemeliharaan, beserta syarat pencairannya.
Serah terima dan masa pemeliharaan
Kriteria serah terima pertama, daftar kekurangan, masa pemeliharaan, dan serah terima akhir.
Pemutusan kontrak
Alasan, tahapan peringatan, penilaian pekerjaan yang sudah dilaksanakan, dan pengambilalihan lokasi.
Kegagalan bangunan dan masa pertanggungan
Undang-undang jasa konstruksi mengenal tanggung jawab atas kegagalan bangunan dalam jangka waktu tertentu setelah serah terima akhir, sesuai umur konstruksi yang direncanakan. Kontrak sebaiknya mencantumkan masa pertanggungan ini secara tegas, termasuk cara pemberitahuan bila ditemukan kerusakan dan mekanisme penilaian oleh ahli. Hal ini berbeda dengan masa pemeliharaan yang biasanya lebih singkat.
Bagi pemilik proyek, pastikan juga ada kewajiban asuransi selama pelaksanaan pekerjaan, misalnya asuransi semua risiko konstruksi, dan siapa yang menanggung premi serta risiko yang tidak tertanggung.
Kontrak jasa non-konstruksi
Untuk jasa seperti konsultan, perawatan gedung, kebersihan, keamanan, atau teknologi informasi, prinsipnya serupa: ruang lingkup yang rinci, standar layanan yang terukur, mekanisme laporan, dan konsekuensi bila standar tidak tercapai. Bila jasa melibatkan tenaga kerja di lokasi pengguna jasa, perhatikan pula ketentuan alih daya dan K3.
Kesalahan umum
- Pekerjaan tambah diperintahkan lisan di lapangan tanpa adendum.
- Gambar kerja dan spesifikasi tidak dilampirkan.
- Denda keterlambatan tanpa batas maksimal.
- Kontraktor tidak memiliki klasifikasi yang sesuai.
- Tidak ada mekanisme penyesuaian harga untuk proyek jangka panjang.
- Subkontrak tidak selaras dengan kontrak induk.
Alur kerja jasa pembuatan kontrak konstruksi
- Pemahaman proyek. Kami mempelajari jenis pekerjaan, nilai, jadwal, dan pembagian risiko yang diinginkan.
- Pemeriksaan legalitas penyedia jasa dan kewenangan para pihak.
- Penyusunan atau telaah kontrak beserta lampiran dan format berita acara.
- Negosiasi dengan pihak lain.
- Pendampingan administrasi kontrak selama proyek, misalnya penyusunan adendum dan surat klaim, bila diperlukan.
Durasi dan faktor biaya
Waktu penyusunan bergantung pada nilai dan kerumitan proyek, kelengkapan dokumen teknis, dan jumlah pihak. Biaya jasa dipengaruhi jenis kontrak, kebutuhan dwibahasa untuk pihak asing, kebutuhan subkontrak yang selaras, dan cakupan pendampingan selama proyek berjalan.
Tim ALLMAR Law & Investment dapat membantu Anda menyusun kontrak konstruksi dan kontrak jasa yang jelas pembagian risikonya serta mudah dijalankan di lapangan.
Factories, warehouses, hotels, villas and infrastructure projects all depend on contracts that allocate time, cost and risk between owner and contractor. In Indonesia, a construction contract in Indonesia is not only a commercial document; it must also follow the Construction Services Law, which sets mandatory content and licensing requirements. Foreign owners and contractors who use international templates without adaptation can find key clauses unenforceable, or discover their contractor is not properly licensed for the work.
The legal framework
Construction services are governed by Law 2/2017 on Construction Services, amended by the Job Creation Law, and its implementing regulations. Among other things, the law regulates construction business licences, certification of businesses and professionals, mandatory contract content, building failure liability and dispute resolution. Building approvals (PBG) and certificates of worthiness (SLF) are handled separately under building regulations.
Mandatory content of a construction contract in Indonesia
The law requires construction work contracts to address a list of elements, which in practice include:
- Identity of the parties.
- Scope of work, value and duration.
- Rights and obligations of each party, including warranties.
- Personnel and professional certification.
- Payment method and terms.
- Default, sanctions and termination.
- Dispute resolution.
- Force majeure.
- Building failure liability.
- Protection of workers and third parties, and environmental aspects.
- Occupational health and safety.
The contract must be in Indonesian; for contracts with foreign parties, an English version may be used alongside it.
Choosing a contract model
- Design-bid-build: the owner provides the design and the contractor builds it.
- Design and build or EPC: the contractor takes responsibility for design, procurement and construction, often at a lump-sum price.
- FIDIC-based contracts: internationally familiar, but usually require particular conditions to align with Indonesian law.
- Joint operations (KSO): common where a foreign contractor partners with a local company on a project.
Key risk areas to negotiate
- Licensing: the contractor's business licence and classification must match the type and size of work. Foreign contractors usually work through a representative office or a joint operation with a local contractor.
- Variations: a clear procedure for instructions, pricing and time extensions.
- Delay: liquidated damages, caps and extension of time.
- Payment security: advance payment and performance bonds, retention and payment schedules.
- Defects and building failure: the defects liability period and statutory building failure liability.
- Termination: procedure, valuation of work done and handover.
- Disputes: the law encourages staged resolution, such as dispute boards, mediation and arbitration.
Service contracts
Beyond construction, businesses sign many service agreements: maintenance, cleaning, security, IT, consulting and logistics. These should define services and service levels, personnel, reporting, fees, penalties and termination. Where service providers place workers at your site, align the contract with outsourcing rules and check the provider's licences and BPJS compliance.
Site realities
Many disputes start on site rather than in the contract. Daily reports, signed minutes of site meetings and photographs of progress become key evidence if delays or defects are later disputed. The contract should name who may issue instructions on behalf of the owner, and require written confirmation of verbal instructions within a short period.
Our approach
- Project review: understand the scope, budget and risk appetite.
- Counterparty check: verify licences, certifications and authority.
- Drafting or review: prepare or adapt bilingual contracts.
- Negotiation: focus on risk allocation and payment.
- Contract administration advice: help with notices, variations and claims during the project.
Common mistakes
- Hiring a contractor whose licence does not cover the work.
- Using an unadapted international template.
- Weak variation and notice procedures.
- No clear handover and defects process.
Time and cost factors
Standard service agreements can be prepared quickly. Large EPC or FIDIC-based contracts require more time for review, particular conditions and negotiation. Costs depend on project size, the number of documents and the level of negotiation support.
The ALLMAR Law & Investment team can help you draft and review construction and service contracts, check contractor licences and support you on contract administration throughout the project.
Pertanyaan umumFAQ
Apa isi wajib kontrak kerja konstruksi?Can a foreign contractor work directly in Indonesia?
UU Jasa Konstruksi menyebut unsur minimal, antara lain para pihak, rumusan pekerjaan, hak dan kewajiban, cara pembayaran, wanprestasi, penyelesaian perselisihan, pemutusan kontrak, keadaan memaksa, dan kegagalan bangunan.Foreign contractors usually operate through a licensed representative office and often in a joint operation with a local contractor, subject to licensing rules.
Apa beda kontrak lumsum dan harga satuan?Can we use a FIDIC contract in Indonesia?
Kontrak lumsum memakai harga pasti untuk seluruh pekerjaan, sedangkan kontrak harga satuan membayar berdasarkan volume pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan.Yes, but it typically needs particular conditions to align with the Construction Services Law and the Indonesian language requirement.
Bagaimana mengatur pekerjaan tambah?What is building failure liability?
Kontrak sebaiknya menetapkan siapa yang berwenang memerintahkan perubahan, cara menghitung harganya, dan kewajiban adendum tertulis sebelum pekerjaan dilaksanakan.The Construction Services Law makes parties responsible for building failures within a set period after handover, depending on their role.
