
Kekayaan Intelektual (KI)
Perjanjian lisensi dan pencatatannyaLicence agreements and their recordal
← Semua layanan ALLMAR Law & PermitAll ALLMAR Law & Permit services
Jawaban singkatShort answer
Perjanjian lisensi dan pencatatannya adalah layanan ALLMAR Law & Permit.Licence agreements and their recordal is a service by ALLMAR Law & Permit.
Lisensi memungkinkan Anda menghasilkan pendapatan dari kekayaan intelektual tanpa harus menjalankan seluruh usaha sendiri. Pemilik merek dapat memberi izin kepada mitra untuk memproduksi atau menjual dengan mereknya, pencipta dapat mengizinkan karyanya dipakai, dan pemegang paten dapat membuka teknologinya kepada industri. Jasa pembuatan perjanjian lisensi membantu Anda menyusun pengaturan yang melindungi aset, mengatur pembayaran, dan memenuhi kewajiban pencatatan.
Apa itu lisensi?
Lisensi adalah izin tertulis yang diberikan pemilik atau pemegang hak kekayaan intelektual kepada pihak lain untuk menggunakan hak tersebut, dengan syarat tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Kepemilikan tidak berpindah; yang diberikan hanya hak pakai. Ini berbeda dengan pengalihan hak, yang memindahkan kepemilikan.
Jenis lisensi berdasarkan objeknya
- Lisensi merek. Penerima lisensi memakai merek untuk barang atau jasa tertentu, misalnya produsen yang membuat produk untuk pemilik merek, atau mitra di wilayah lain.
- Lisensi hak cipta. Izin menggandakan, menerbitkan, mengadaptasi, atau mendistribusikan ciptaan, termasuk lisensi perangkat lunak.
- Lisensi paten. Izin memakai invensi untuk produksi atau proses tertentu.
- Lisensi desain industri dan rahasia dagang. Izin memakai desain atau pengetahuan rahasia, misalnya formula atau proses.
Kewajiban pencatatan lisensi
Undang-undang di bidang kekayaan intelektual, termasuk Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis, Undang-Undang Hak Cipta, dan Undang-Undang Paten, mengatur bahwa perjanjian lisensi wajib dimohonkan pencatatannya kepada Menteri. Perjanjian lisensi yang tidak dicatatkan tidak berakibat hukum terhadap pihak ketiga. Selain itu, perjanjian lisensi dilarang memuat ketentuan yang merugikan perekonomian Indonesia atau yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat, serta tidak boleh menjadi sarana untuk menghilangkan atau mengambil alih seluruh hak pemilik.
Klausul penting dalam perjanjian lisensi
- Objek dan ruang lingkup. Hak apa yang dilisensikan, untuk produk atau jasa apa, dan dalam bentuk penggunaan apa.
- Eksklusivitas. Apakah lisensi eksklusif, tidak eksklusif, atau tunggal.
- Wilayah dan jangka waktu. Batas wilayah pemakaian dan masa berlaku, yang tidak boleh melebihi masa perlindungan hak.
- Royalti dan pembayaran. Cara menghitung royalti, misalnya persentase penjualan atau pembayaran tetap, jadwal pembayaran, dan hak audit pembukuan.
- Kontrol mutu. Standar produk dan hak pemeriksaan, terutama untuk lisensi merek, agar reputasi merek terjaga.
- Sublisensi. Apakah penerima lisensi boleh memberikan lisensi lanjutan.
- Perbaikan dan pengembangan. Siapa pemilik pengembangan yang dihasilkan penerima lisensi.
- Penegakan hak. Siapa yang menindak pelanggar dan menanggung biayanya.
- Pengakhiran. Alasan pengakhiran dan kewajiban setelahnya, termasuk penghentian pemakaian merek dan penanganan stok.
Alur kerja jasa pembuatan perjanjian lisensi
- Pemeriksaan status hak. Kami memastikan hak yang akan dilisensikan terdaftar atau tercatat atas nama pemberi lisensi dan masih berlaku.
- Perumusan model bisnis. Kami membahas struktur royalti, wilayah, dan eksklusivitas yang sesuai dengan tujuan Anda.
- Penyusunan draf. Perjanjian disusun dalam bahasa Indonesia, atau dwibahasa bila ada pihak asing.
- Negosiasi. Kami mendampingi pembahasan dengan pihak lawan.
- Pencatatan. Setelah ditandatangani, permohonan pencatatan lisensi diajukan ke DJKI dengan biaya resmi.
- Pemantauan. Kami membantu menyusun kalender pelaporan royalti dan masa berlaku lisensi.
Dokumen yang perlu disiapkan
- Sertifikat atau bukti pencatatan hak yang dilisensikan.
- Identitas dan data perusahaan para pihak.
- Rencana bisnis: produk, wilayah, dan proyeksi penjualan.
- Standar mutu atau panduan penggunaan merek.
Kesalahan umum
- Mengizinkan mitra memakai merek hanya berdasarkan kesepakatan lisan.
- Tidak mencatatkan lisensi, sehingga tidak berlaku terhadap pihak ketiga.
- Tidak mengatur kontrol mutu, sehingga reputasi merek rusak.
- Jangka waktu lisensi melebihi masa berlaku merek tanpa ketentuan perpanjangan.
- Tidak mengatur kepemilikan pengembangan, sehingga terjadi sengketa setelah kerja sama berakhir.
Lisensi dan waralaba
Lisensi merek sering menjadi bagian dari waralaba, tetapi waralaba memiliki pengaturan tersendiri, termasuk kewajiban prospektus penawaran dan pendaftaran sesuai ketentuan waralaba. Bila model bisnis Anda mencakup sistem usaha, pelatihan, dan dukungan operasional, periksa apakah kerja sama itu termasuk waralaba.
Waktu dan faktor biaya
Perjanjian lisensi sederhana dapat disusun relatif cepat, sedangkan lisensi lintas negara atau dengan struktur royalti kompleks memerlukan negosiasi lebih lama. Faktor biaya meliputi jenis hak, jumlah objek, kebutuhan dwibahasa, dan proses pencatatan. Biaya resmi pencatatan dibayar terpisah sesuai ketentuan.
Tim ALLMAR Law & Investment (unit Hukum & Perizinan, law.allmar.co.id) dapat membantu Anda menyusun perjanjian lisensi yang seimbang dan mencatatkannya di DJKI agar terlindungi terhadap pihak ketiga.
License agreement recordal in Indonesia is the step that gives an IP licence effect beyond the two parties who signed it. Foreign brand owners regularly license trademarks, patents, software or know-how to an Indonesian subsidiary, distributor or manufacturer. The contract defines the commercial deal, but recording it with DJKI is what makes it visible and effective against third parties under Indonesian IP laws.
What can be licensed
- Trademarks: use of a brand on specific goods or services.
- Patents and simple patents: making, using or selling the patented invention.
- Copyright, including software: reproduction, distribution and use.
- Industrial designs: producing goods bearing the design.
- Trade secrets: use of confidential know-how, recorded without disclosing the secret itself.
Why recordal matters
Indonesian IP laws provide that licence agreements must be recorded with DJKI, and that unrecorded licences have no legal effect against third parties. In practice, recordal can be relevant when:
- the licensee needs to show its right to use the mark to customs, marketplaces or authorities;
- a product registration or permit is issued to a licensee using the licensor's brand;
- royalty payments are reviewed for tax deductibility and transfer pricing;
- evidence of use by a licensee is needed to defend the mark against a non-use challenge.
DJKI will not record licences that contain provisions harmful to the Indonesian economy or that restrict the licensee's ability to master and develop technology, so drafting needs care.
Key clauses in an Indonesian licence
- Licensed rights: registration numbers, classes and the precise goods or services.
- Scope: exclusive, sole or non-exclusive; territory; sub-licensing rights.
- Term and renewal aligned with the validity of the IP.
- Royalties: calculation, reporting, audit rights and currency.
- Quality control: standards, approvals and inspection rights.
- Enforcement: who acts against infringers and who bears the cost.
- Termination: grounds, consequences and phase-out of stock.
- Governing law and disputes, with an Indonesian-language version where an Indonesian party signs.
License agreement recordal in Indonesia: the process
- Check the IP: confirm the rights are registered or applied for in the licensor's name and are in force.
- Draft or review the agreement to meet recordal requirements.
- Sign the agreement, with legalisation or apostille for foreign signatories where needed.
- Prepare a summary or the agreement in the form DJKI requires, with translations.
- File the recordal online and pay official fees, which are paid separately according to the applicable rules.
- Receive the recordal and keep it with the licence file.
Royalties, tax and foreign exchange
Royalties paid by an Indonesian licensee to a foreign licensor are generally subject to withholding tax, which may be reduced under a tax treaty if the licensor provides the required documentation. Related-party royalties are scrutinised under transfer pricing rules, so the royalty rate and the benefit received should be documented. Involve your tax adviser before finalising the payment terms.
Licensing and franchising
If the arrangement includes a business system, operating manuals and ongoing support in addition to a brand, it may fall under Indonesia's franchise regulations, which have their own registration requirements. It is important to determine early whether your arrangement is a pure licence or a franchise.
Common mistakes
- Licensing a mark that is still registered in a distributor's name.
- Signing a licence but never recording it.
- Clauses that DJKI considers restrictive.
- No quality control provisions, weakening the brand.
- Royalty terms that ignore withholding tax.
Timing and cost factors
Recordal of a well-drafted licence is usually straightforward. Drafting from scratch, foreign document legalisation and multiple IP rights take longer. Fees depend on the scope of the licence and the number of rights covered.
The ALLMAR Law & Investment team can draft or review your licence agreements and record them with DJKI, so your licensee's use of your IP is properly documented in Indonesia.
Pertanyaan umumFAQ
Apakah perjanjian lisensi wajib dicatatkan?Do IP licences have to be recorded in Indonesia?
Ya. Perjanjian lisensi kekayaan intelektual wajib dimohonkan pencatatannya, dan lisensi yang tidak dicatatkan tidak berakibat hukum terhadap pihak ketiga.Indonesian IP laws require licence recordal with DJKI, and unrecorded licences have no legal effect against third parties.
Apa beda lisensi dan pengalihan hak?Can a foreign company license its trademark to an Indonesian subsidiary?
Lisensi hanya memberi izin memakai hak dengan syarat tertentu, sedangkan pengalihan memindahkan kepemilikan hak kepada pihak lain.Yes. This is common, and the licence should be documented and recorded, with attention to royalty tax and transfer pricing.
Apa itu lisensi eksklusif?Is withholding tax due on royalties paid abroad from Indonesia?
Lisensi yang hanya diberikan kepada satu penerima untuk wilayah dan lingkup tertentu, sehingga pemberi lisensi tidak memberikan lisensi serupa kepada pihak lain.Generally yes, although a tax treaty may reduce the rate if the licensor meets the documentation requirements.
Bagaimana royalti lisensi biasanya dihitung?Is a brand licence the same as a franchise in Indonesia?
Umumnya berupa persentase dari penjualan bersih, jumlah tetap per periode, atau kombinasi keduanya, disertai hak audit pembukuan.Not necessarily. If the arrangement includes a business system and support, it may be a franchise with separate registration requirements.
