
Kepatuhan, Tata Kelola & Data Pribadi
Penunjukan pejabat pelindungan dataData protection officer appointment
← Semua layanan ALLMAR Law & PermitAll ALLMAR Law & Permit services
Jawaban singkatShort answer
Penunjukan pejabat pelindungan data adalah layanan ALLMAR Law & Permit.Data protection officer appointment is a service by ALLMAR Law & Permit.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi memperkenalkan peran baru di perusahaan: pejabat atau petugas yang melaksanakan fungsi pelindungan data pribadi, yang dalam praktik sering disebut DPO. Bagi banyak perusahaan, pertanyaannya sederhana tetapi penting: apakah kami wajib menunjuknya, siapa yang pantas, dan apa saja tugasnya. Jasa penunjukan pejabat pelindungan data pribadi membantu Anda menjawab ketiganya dan menyiapkan fungsi tersebut agar benar-benar berjalan, bukan hanya nama di struktur organisasi.
Kapan perusahaan wajib menunjuk pejabat pelindungan data
UU PDP mewajibkan pengendali dan prosesor data menunjuk pejabat atau petugas pelindungan data pribadi dalam kondisi tertentu, yaitu bila:
- Pemrosesan dilakukan untuk kepentingan pelayanan publik.
- Kegiatan inti pengendali memiliki sifat, ruang lingkup, atau tujuan yang memerlukan pemantauan secara teratur dan sistematis atas data pribadi dalam skala besar.
- Kegiatan inti pengendali terdiri atas pemrosesan data pribadi dalam skala besar untuk data yang bersifat spesifik atau data yang berkaitan dengan tindak pidana.
Contoh yang sering masuk kategori ini adalah rumah sakit, perusahaan asuransi, lembaga keuangan, platform digital dengan jutaan pengguna, dan penyedia layanan publik. Perusahaan di luar kategori tersebut tetap dapat menunjuk DPO secara sukarela untuk memperkuat tata kelola datanya.
Tugas pejabat pelindungan data pribadi
Menurut UU PDP, tugas pejabat pelindungan data pribadi paling sedikit meliputi:
- Menginformasikan dan memberikan saran kepada pengendali atau prosesor agar mematuhi ketentuan undang-undang.
- Memantau dan memastikan kepatuhan terhadap UU PDP serta kebijakan internal perusahaan.
- Memberikan saran mengenai penilaian dampak pelindungan data pribadi dan memantau kinerjanya.
- Berkoordinasi dan bertindak sebagai narahubung untuk isu yang berkaitan dengan pemrosesan data pribadi.
Dalam praktik, DPO juga menjadi titik kontak bagi subjek data yang mengajukan permintaan dan bagi lembaga pengawas.
Siapa yang pantas ditunjuk
UU PDP mensyaratkan penunjukan berdasarkan profesionalitas, pengetahuan mengenai hukum, praktik pelindungan data pribadi, dan kemampuan memenuhi tugasnya. Pejabat ini dapat berasal dari dalam atau luar perusahaan.
DPO internal
Karyawan yang memahami bisnis dari dalam. Tantangannya adalah menghindari benturan kepentingan, misalnya bila kepala TI atau kepala pemasaran merangkap DPO dan harus mengawasi keputusannya sendiri.
DPO eksternal
Pihak luar yang menjalankan fungsi ini berdasarkan perjanjian jasa. Pilihan ini cocok bagi perusahaan yang belum memiliki ahli internal, dengan catatan akses ke informasi dan manajemen harus dipastikan dalam perjanjian.
Jasa penunjukan pejabat pelindungan data pribadi: langkah kerjanya
- Penilaian kewajiban. Menilai apakah kegiatan inti perusahaan termasuk kategori yang mewajibkan penunjukan.
- Penentuan model. Internal, eksternal, atau kombinasi, misalnya petugas internal yang didampingi penasihat luar.
- Penyusunan uraian tugas. Wewenang, garis pelaporan langsung ke pimpinan, dan akses ke informasi.
- Surat keputusan penunjukan. Dokumen resmi yang menetapkan pejabat dan ruang lingkup tugasnya.
- Penyusunan perangkat kerja. Register pemrosesan, prosedur permintaan subjek data, prosedur penanganan insiden, dan templat penilaian dampak.
- Publikasi narahubung. Informasi kontak DPO dicantumkan dalam kebijakan privasi.
- Pelatihan dan pembaruan berkala. DPO dan tim terkait mengikuti perkembangan aturan pelaksana.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menunjuk DPO hanya di atas kertas tanpa waktu, anggaran, dan akses yang memadai.
- Menunjuk orang yang posisinya menimbulkan benturan kepentingan.
- Tidak mencantumkan kontak DPO di kebijakan privasi sehingga subjek data tidak tahu harus menghubungi siapa.
- DPO tidak dilibatkan sejak awal dalam proyek yang memproses data berisiko tinggi.
Dokumen yang perlu disiapkan
- Struktur organisasi dan uraian kegiatan inti perusahaan.
- Gambaran volume dan jenis data pribadi yang diproses.
- Kebijakan privasi dan kebijakan keamanan informasi yang sudah ada.
- Profil calon pejabat bila akan dipilih dari internal.
Lama pengerjaan dan faktor biaya
Penilaian kewajiban dan penyusunan dokumen penunjukan dapat selesai dalam waktu relatif singkat. Bila perangkat kerja DPO belum ada, waktu yang dibutuhkan lebih panjang. Biaya dipengaruhi oleh skala pemrosesan data, jumlah unit bisnis, dan apakah fungsi DPO dijalankan secara eksternal secara berkelanjutan.
Hubungan DPO dengan fungsi lain
DPO bukan pengganti tim keamanan informasi atau tim legal, melainkan penghubung di antara keduanya. Tim TI menjaga sistem, tim legal menelaah kontrak, dan DPO memastikan bahwa keputusan pemrosesan data sejalan dengan undang-undang serta kebijakan perusahaan. Karena itu DPO sebaiknya diundang dalam rapat perencanaan produk dan pengadaan vendor yang menyangkut data pribadi.
Bila Anda perlu menilai kewajiban penunjukan dan menyiapkan fungsi pelindungan data pribadi di perusahaan, tim ALLMAR Law & Investment dapat membantu dari penilaian awal hingga perangkat kerja pejabat yang ditunjuk.
Indonesia's Personal Data Protection Law (Law No. 27 of 2022) introduced a role that many local companies had never had before: a dedicated person responsible for personal data protection. For some businesses, appointing a data protection officer in Indonesia is a legal requirement. For others, it is a practical way to organise compliance. This guide explains when the role is required, what the officer does and how companies typically fill it.
Who Must Appoint a Data Protection Officer in Indonesia
The PDP Law requires controllers and processors to appoint an officer or official who carries out the personal data protection function where:
- processing is carried out for public service purposes;
- the core activities of the controller, by their nature, scope or purposes, require regular and systematic monitoring of personal data on a large scale; or
- the core activities consist of large-scale processing of specific (sensitive) personal data or data relating to criminal offences.
Examples that may fall within these categories include hospitals and clinics, insurers, fintech and payment providers, large e-commerce platforms, telecommunications operators and businesses using extensive location tracking or behavioural profiling. Whether your company is caught depends on the facts, so an assessment against your data map is advisable.
What the Role Involves
Under the PDP Law, the officer's tasks include at least:
- Informing and advising the controller or processor on compliance with the law.
- Monitoring and ensuring compliance with the law and internal policies.
- Advising on data protection impact assessments and monitoring their implementation.
- Coordinating and acting as the contact point for issues relating to personal data processing.
- Internal appointment: an existing legal, compliance or IT manager takes on the role, with training.
- Dedicated hire: a full-time specialist, common in large or heavily data-driven businesses.
- External or shared DPO: an outside professional fulfils the role, supported by an internal coordinator.
- Assess whether the appointment is mandatory based on your processing activities.
- Choose the model and candidate, considering independence and expertise.
- Issue a formal appointment, such as a director's decision, stating duties, reporting lines and authority.
- Publish contact details in your privacy notices so data subjects can reach the officer.
- Provide training, budget and access to systems and records.
- Review performance and the appointment periodically.
- Naming a DPO on paper without giving them time or authority.
- Appointing a junior staff member who cannot challenge management decisions.
- Failing to publish contact details.
- Assuming a foreign group DPO covers Indonesia without local knowledge or language capability.
In practice, the officer also handles data subject requests, coordinates breach response, trains staff and maintains records of processing.
Who Can Be Appointed
The law requires the officer to be appointed based on professionalism, knowledge of law and data protection practice, and the ability to carry out the tasks. The officer may come from within the organisation or from outside. Many companies choose one of three models:
Avoiding Conflicts of Interest
An officer who also decides the purposes of processing, such as the head of marketing or IT, may struggle to monitor those same activities objectively. Good practice is to give the officer direct access to senior management, adequate resources and protection from being penalised for raising concerns.
Steps to Appoint a DPO
Common Mistakes
Factors to Consider
Volume and sensitivity of data, number of systems and vendors, group structure, language needs and the expected number of data subject requests determine whether an internal or external model fits and how much time the role requires.
How ALLMAR Helps
A legal team can assess whether you must appoint a DPO, help design the role and reporting lines, prepare the appointment documents and support the officer with templates for data subject requests, breach response and records of processing. Where needed, external support can be arranged while you build internal capability.
If you need to determine or set up your data protection officer function, ALLMAR Law & Investment (unit Hukum & Perizinan, law.allmar.co.id) can help you meet the PDP Law requirements in a way that suits your organisation.
Pertanyaan umumFAQ
Apakah semua perusahaan wajib menunjuk DPO?Is a DPO mandatory in Indonesia?
Tidak semua. UU PDP mewajibkan penunjukan untuk pemrosesan bagi pelayanan publik, pemantauan sistematis berskala besar, atau pemrosesan data spesifik berskala besar sebagai kegiatan inti.Only for certain controllers and processors, such as those processing data for public services, monitoring individuals on a large scale or processing sensitive data on a large scale.
Bolehkah DPO berasal dari luar perusahaan?Can a DPO be outsourced in Indonesia?
Boleh. UU PDP memungkinkan pejabat pelindungan data pribadi berasal dari dalam maupun luar pengendali atau prosesor data.Yes. The PDP Law allows the officer to come from inside or outside the organisation.
Apa tugas utama DPO?Can the head of IT be the DPO?
Memberi saran kepatuhan, memantau pelaksanaan UU PDP dan kebijakan internal, memberi saran atas penilaian dampak, serta menjadi narahubung untuk isu pemrosesan data pribadi.It is possible, but it may create a conflict of interest if they also decide how data is processed.
Bolehkah kepala TI merangkap sebagai DPO?Where should DPO contact details be published?
Secara hukum tidak dilarang tegas, tetapi perlu dihindari bila menimbulkan benturan kepentingan karena DPO harus mengawasi keputusan pemrosesan yang dibuat unitnya sendiri.Usually in privacy notices and on the company website so data subjects and authorities can contact the officer.
