
Penyelesaian Sengketa
Pendampingan perkara pidana bisnisBusiness-related criminal matters
← Semua layanan ALLMAR Law & PermitAll ALLMAR Law & Permit services
Jawaban singkatShort answer
Pendampingan perkara pidana bisnis adalah layanan ALLMAR Law & Permit.Business-related criminal matters is a service by ALLMAR Law & Permit.
Sengketa bisnis tidak selalu berhenti di ranah perdata. Mitra yang kecewa dapat melaporkan dugaan penipuan, karyawan yang menyalahgunakan dana perusahaan dapat dilaporkan atas penggelapan, dan perusahaan sendiri dapat diperiksa terkait pajak, lingkungan, atau korupsi. Artikel ini memberi gambaran tentang perkara pidana bisnis: jenis tindak pidana yang sering muncul, hak Anda saat diperiksa, kemungkinan tanggung jawab korporasi, dan langkah yang sebaiknya diambil perusahaan.
Pidana bisnis yang sering muncul dalam dunia usaha
- Penipuan dan penggelapan. Termasuk penggelapan dalam jabatan oleh karyawan atau pengurus.
- Pemalsuan surat. Misalnya dokumen tender, akta, atau tanda tangan.
- Tindak pidana korupsi. Suap kepada pejabat dan kerugian keuangan negara dalam proyek pemerintah.
- Tindak pidana pencucian uang. Menyamarkan asal-usul hasil kejahatan.
- Tindak pidana perpajakan. Misalnya faktur pajak fiktif.
- Tindak pidana lingkungan. Pencemaran atau kegiatan tanpa persetujuan lingkungan.
- Tindak pidana di bidang kekayaan intelektual. Seperti pemakaian merek tanpa hak.
- Tindak pidana siber dan data pribadi. Termasuk penyalahgunaan data pribadi.
Sejak 2 Januari 2026, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru, yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, berlaku dan juga mengatur korporasi sebagai subjek tindak pidana. Banyak undang-undang sektoral juga memuat ketentuan pidana sendiri.
Perdata atau pidana
Tidak setiap wanprestasi adalah penipuan. Secara umum, utang yang tidak dibayar atau kontrak yang tidak dipenuhi adalah masalah perdata. Unsur pidana penipuan menuntut adanya tipu muslihat atau rangkaian kebohongan untuk menggerakkan orang menyerahkan sesuatu, yang biasanya sudah ada sejak awal. Memahami batas ini penting, baik bagi pelapor maupun terlapor.
Tahapan perkara pidana secara umum
- Laporan atau pengaduan. Diajukan kepada penyidik.
- Penyelidikan. Mencari tahu apakah suatu peristiwa merupakan tindak pidana, biasanya dengan klarifikasi atau permintaan keterangan.
- Penyidikan. Mengumpulkan bukti dan menetapkan tersangka. Pada tahap ini dapat dilakukan pemanggilan saksi, penggeledahan, penyitaan, dan penahanan sesuai syarat hukum acara.
- Penuntutan. Berkas dilimpahkan ke penuntut umum.
- Persidangan. Pemeriksaan di pengadilan hingga putusan, dengan upaya hukum banding dan kasasi.
Hak Anda saat diperiksa
- Menerima surat panggilan yang sah dengan tenggang waktu yang wajar dan mengetahui kapasitas pemeriksaan, apakah sebagai saksi atau tersangka.
- Didampingi penasihat hukum, khususnya bagi tersangka.
- Memberikan keterangan secara bebas tanpa tekanan.
- Membaca berita acara pemeriksaan sebelum menandatanganinya, dan meminta perbaikan bila tidak sesuai.
- Bagi tersangka, mengajukan saksi atau ahli yang meringankan.
- Mengajukan praperadilan atas sah tidaknya penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, penghentian penyidikan, atau penyitaan sesuai hukum acara yang berlaku.
Tanggung jawab korporasi
Korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana bila tindak pidana dilakukan oleh orang yang bertindak untuk dan atas nama korporasi atau dalam lingkup usahanya, dan memberi manfaat bagi korporasi, dengan kriteria yang diatur undang-undang dan pedoman Mahkamah Agung. Salah satu hal yang dinilai adalah apakah korporasi telah mengambil langkah pencegahan. Karena itu, program kepatuhan yang nyata dapat menjadi pertimbangan penting. Pengurus juga dapat dimintai pertanggungjawaban pribadi sesuai perannya.
Langkah perusahaan saat menerima panggilan atau penggeledahan
- Tunjuk satu koordinator yang menerima dan mencatat seluruh surat dari aparat.
- Periksa surat panggilan, surat perintah, dan identitas petugas.
- Hubungi penasihat hukum sebelum karyawan atau pengurus memberikan keterangan.
- Jangan menghapus, mengubah, atau memindahkan dokumen dan data, karena dapat dianggap menghalangi penyidikan.
- Catat dan minta tanda terima atas setiap dokumen atau barang yang disita.
- Lakukan pemeriksaan internal secara terpisah untuk memahami fakta, dengan memperhatikan kerahasiaan.
- Kelola komunikasi internal dan eksternal secara hati-hati.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menghadiri pemeriksaan tanpa memahami kapasitas pemanggilan dan pokok perkara.
- Menandatangani berita acara tanpa membaca seluruhnya.
- Memakai laporan pidana sebagai alat tekanan untuk sengketa yang murni perdata.
- Membuat pernyataan publik yang kemudian bertentangan dengan keterangan resmi.
Bila perusahaan menjadi korban
Perusahaan juga sering berada di posisi pelapor, misalnya ketika karyawan menggelapkan dana atau mitra memalsukan dokumen. Sebelum melapor, kumpulkan bukti secara tertib, amankan data elektronik, dan susun kronologi. Pertimbangkan pula apakah pemulihan kerugian lebih efektif melalui jalur perdata, karena proses pidana berfokus pada pemidanaan pelaku.
Penutup
Perkara pidana bisnis membawa risiko besar bagi individu maupun perusahaan, dan langkah awal sering menentukan arah perkara. Bila Anda atau perusahaan menerima panggilan atau berencana melapor, sebaiknya segera berkonsultasi dengan advokat sebelum mengambil langkah hukum. Informasi ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu.
Commercial disagreements in Indonesia sometimes turn into police reports. A partner alleges fraud after a failed deal, a company reports a former employee for embezzlement, or tax and customs authorities open an investigation. Business criminal cases in Indonesia can affect directors personally, freeze assets and disrupt operations, so it is important to understand the stages of the process and the rights of those involved.
Common Offences in a Business Context
- Fraud and embezzlement: frequently reported in disputes over payments, investments or entrusted goods.
- Forgery: of corporate documents, signatures or land documents.
- Corruption and bribery: involving public officials, under the anti-corruption laws.
- Money laundering: under Law No. 8 of 2010.
- Tax and customs offences: handled by specialised investigators.
- Sector offences: environmental, consumer protection, intellectual property, data protection and manpower offences.
The New Criminal Code
Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code took effect on 2 January 2026, replacing the colonial-era code. It contains general rules on corporate criminal liability, recognising corporations as subjects of criminal law and setting out when an offence can be attributed to a corporation and its controllers. Supreme Court Regulation No. 13 of 2016 also guides how courts handle criminal cases involving corporations. Companies should review how the new code affects their compliance programmes.
Stages of Business Criminal Cases in Indonesia
- Report or complaint: someone files a report with the police or another investigating authority. Certain offences are complaint-based, meaning prosecution requires a complaint by the victim.
- Preliminary inquiry (penyelidikan): investigators determine whether an event constitutes a crime.
- Investigation (penyidikan): evidence is gathered, witnesses are examined and a suspect may be named.
- Prosecution: the case file is handed to the prosecutor, who decides whether to bring charges.
- Trial: the case is heard at the district court, with possible appeals.
Rights of Witnesses and Suspects
- The right to be informed of the matter being examined.
- The right to legal counsel during examination.
- The right to an interpreter for those who do not understand Indonesian.
- The right to read and correct the examination record (BAP) before signing.
- The right to challenge certain coercive measures, such as arrest, detention or suspect status, through pretrial proceedings (praperadilan).
Issues for Foreign Nationals
Foreign directors and employees may face travel restrictions while being investigated, as immigration authorities can impose a travel ban at the request of investigators. Their stay permits may also be affected. Consular notification and access to an interpreter are important practical points.
First Steps if Your Company Is Involved
- Read any summons carefully: note whether you are called as a witness or suspect, the date and the matter.
- Do not ignore summonses; repeated non-attendance can lead to compelled appearance.
- Preserve documents and electronic records; do not destroy or alter anything.
- Identify who in the company is affected and coordinate communication.
- Assess whether there is a related civil dispute that should be addressed in parallel.
- Prepare carefully before any examination and ensure statements are accurate.
Civil Dispute or Criminal Matter?
Indonesian courts have recognised that purely contractual disputes, such as non-payment under a contract, should generally be resolved through civil channels. Criminal liability requires specific elements, such as deceit at the outset in fraud. Understanding this distinction is important both for parties considering a report and for those defending against one.
Final Thoughts
Criminal matters move quickly and carry serious personal consequences. Early preparation, respect for procedure and accurate documentation are essential for any company or individual involved.
Each case depends on its specific facts, documents and deadlines. Before taking any legal step, consult a licensed advocate who can assess your position. This article provides general information only and is not legal advice for any particular case.
Pertanyaan umumFAQ
Apakah wanprestasi bisa dilaporkan sebagai penipuan?Can a company be criminally liable in Indonesia?
Wanprestasi pada umumnya masalah perdata. Unsur penipuan baru relevan bila ada tipu muslihat atau rangkaian kebohongan yang biasanya sudah ada sejak awal transaksi.Yes. Indonesian law, including the new Criminal Code, recognises corporate criminal liability.
Apakah saksi boleh didampingi pengacara saat diperiksa?When did Indonesia's new Criminal Code take effect?
Dalam praktik saksi dapat didampingi penasihat hukum, sedangkan bagi tersangka hak didampingi penasihat hukum diatur dalam hukum acara pidana.Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code took effect on 2 January 2026.
Bisakah perusahaan dipidana?Can a foreigner be banned from leaving Indonesia during an investigation?
Bisa. KUHP baru dan berbagai undang-undang sektoral mengatur korporasi sebagai subjek tindak pidana, dengan sanksi seperti denda dan pidana tambahan.Yes. Immigration can impose a travel ban at the request of investigators.
Apa itu praperadilan?Is an unpaid business debt a criminal matter?
Mekanisme untuk menguji sah tidaknya tindakan penyidik atau penuntut tertentu, seperti penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, atau penghentian penyidikan.Generally no. Contractual non-payment is usually civil, unless specific criminal elements such as initial deceit are present.
